Bersyukur yuk! :)

Allah memberi kita waktu 24 jam, 1440 menit dan 86.400 detik yang sama setiap harinya. tapi, sudahkah kita luangkan satu detik saja untuk mengucap syukur padaNya? atas segala kebaikan yg IA berikan pada kita? Alhamdulillaah...


hari ini mau sharing sedikit tentang "pentingnya bersyukur". hmm mungkin ini pembahasan sudah kesekian juta kalinya ya orang-orang publish? tapi tetep boleh sharing kan? hehee...

pagi-pagi, seperti biasa saya harus menembus padat ramai macetnya jalanan ibukota. dari rumah ke kantor, di daerah MT Haryono, tepatnya Gedung Menara Hijau. Jam setengah tujuh sudah "mejeng cantik" di shelter Jalan Baru untuk nunggu si panjang abu-abu beroda empat yang biasa orang sebut dengan bus hehe tepatnya bus Transjakarta. udah sedikit kemungkinan banget deh buat dapet duduk, ngeliat banyaknya calon penumpang yang juga ikut antre. but, no problemo lah.. wis biyasa :D


gak lama nunggu, ehm ya mungkin sekitar lima menit, yang ditunggu pun datang. sesaat setelah pintu bus terbuka, langsung deh kita semua masuk dan ambil posisi yang nyaman selama perjalanan. semacam sudah jadi skenario sendiri, saya selalu dapat dan ambil posisi di belakang serong kirinya pak supir (halah)


karena dapat posisi yang di depan itu, jadilah saya selalu menikmati perjalanan saya menuju kantor sambil melihat-lihat aktivitas pagi yang bisa saya tangkap dari kaca depan bus. lalu lalang kendaraan, orang-orang yang bergegas menyebrang jalan, pengendara yang nyerobot lampu merah, pak polisi yang mengatur lalin, sampai pengemis yang duduk-duduk di pinggir jalan dan para loper koran di lampu merah atau pintu keluar tol.


singkat cerita, di salah satu lampu merah yang saya lewati ada seorang bapak penjual koran (loper koran) yang mondar-mandir di tengah kemacetan, menawarkan koran dagangannya ke (mungkin) hampir semua pengendara dan penumpang motor juga mobil. masih begitu tebal tumpukan koran yang ia bawa. Entah memang karena baru memulai pekerjaannya atau memang baru sedikit yang terjual :(


lampu merah lumayan lama, tiba-tiba penumpang di dalam mobil yang persis di depan saya melambaikan tangan ke luar jendela, memanggil si bapak loper koran, membeli salah satu koran, membayarnya dan si bapak pun kembali keliling menjajakan dagangannya.


sempat saya lihat sebentar wajah si bapak, wajah yang begitu terlihat hebat. optimis dan penuh harap sambil memeluk tumpukan koran-koran dagangannya. langsung saya bertasbih dan istighfar dalam hati. keciiiiiil sekali rasanya diri saya. Allah seringkali cukupkan rezeki

untuk saya tapi cukupkah "syukur" saya? wallahualam.. saya yang nggak harus berpanas-panas, mungkin juga teriak-teriak demi "sesuap nasi" dan membeli apa yang saya butuhkan. sudah cukupkah syukur saya? Allahummaghfirli ya Rabbanaa...

kadang terlihat sepele, mungkin kita (semoga tidak, juga bukan kita) seringkali membandingkan  posisi kita dengan "mereka" yang bagi kita "terlihat" kurang beruntung hanya sebatas "mungkin memang itu rezeki dia dan inilah rezeki saya". bukankah Allah Ta'ala sudah mengatur semuanya dengan begitu benar? dan sudahkah kita bersyukur? dan adapun rezeki yang Allah titipkan bisa menjadi berkah bisa juga musibah. tergantung bagaimana kita menyikapinya. betul?


melihat ke "bawah" untuk memupuk rasa syukur kita dan jangan lupa untuk melihat juga ke "atas" untuk mengingatkan diri bahwa kita bukan siapa-siapa. tak ada yang patut disombongkan. semuanya harus disyukuri dan disyukuri..


ketika di "atas" kita bersyukur dan berbagi, ketika di "bawah" kita bersabar dan berusaha sambil terus bersyukur. susah atau senang sama saja, ketika kita bersyukur. sedikit atau banyak sama saja, kalau kita bersyukur. semua nikmatNya wajib kita syukuri dan dengan melihat sekitar seharusnya bisa membuat kita semakin banyak bersyukur.. Allah memberi kita "pelajaran" lewat apapun yang IA kehendaki. semoga hati kita, saya terutama senantiasa IA lembutkan agar pandailah saya untuk bersyukur dan lebih banyak lagi mentafakuri kehebatanNya.. :)


note:
"Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (Q.s. Ibrahim: 7)

Semangat menjemput rahmat dan rezekiNya. selalu bersyukur ya! ^^






Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar