Kenalan, yuk?


 *jabat tangan* "Eva, kamu?" :)

Guys, familiar yah dengan aktivitas semacam itu? Yap betul. Kenalan. Ke-na-lan. Ada pepatah yang mengatakan, bahwa "Tak Kenal Maka? Ta'aruf" hehehe..

Sudah sangat bisa dipastikan kalau kita akan bertemu orang baru setiap harinya. Saat akan berangkat ke sekolah, belanja di pasar, sekedar jalan-jalan sore atau aktivitas lain sebagainya yang mengharuskan kita bertatap muka bahkan menambah list kenalan baru kita. Setiap hari.

Lalu, ketika di awal berkenalan apakah kita bisa langsung tau banyak hal bahkan sampai ke rahasia-rahasia nya orang yang berkenalan dengan kita? Apa makanan favoritnya? Siapa orang tuanya? Berapa nomor sepatunya? Kapan akan menikah? #eh. Bisa kah? Saya yakin tidak.

Jadi, adakah fungsinya "kenalan"? Sangat.

Teman-teman kenal durian? Kenal? Siapa dia? Tetangga sebelah? Tukang sayur? Babehnya mantan? >.<

Durian itu lho, buah yang warna kulitnya hijau, kalau dibelah warnanya merah dan ada bijinya kecil-kecil warna hitam.

Baiklah, teman-teman boleh protes sekarang.

Jadi, durian itu adalah buah yang kulitnya berduri tajam tetapi ketika dibelah, di dalamnya ada berbongkah-bongkah buah lembut yang kalau dimakan...... Hmmm... Kayak di Surga ya? Nikmat :') *ngeces*

Tapi adakah semua orang suka durian? Tidak. Jangankan memakannya, bahkan ada beberapa orang yang hanya mencium aromanya dari kejauhan saja rasanya alergi. Mual. Kok bisa? Ya bisa saja.

Begitulah ilustrasi singkat tentang "kenalan". Untuk sesuatu hal pasti akan ada pro/kontra nya. Termasuk dengan kenalan. Karena kenalan itu proses. Butuh waktu untuk betul-betul mengenal, untuk betul-betul memahami. Kalau sekedar saja sih namanya bukan kenal, tapi tau. Beda yah?

Nah, zaman sekarang nih lucu. Orang hanya sekedar membaca tweet, melihat update status bahkan baru lihat "punggung" nya orang lain saja udah ngerasa kenal. Sotoy. Mudah men-judge. Padahal kan malu yah kalau seseorang yang terlanjur kita judge bla bla bla, ternyata aslinya beda jauh? Malu bangeuuut.

Beberapa teman yang saya kenal, yang awalnya hanya dengar dari cerita orang lain, kenalan di suatu event, di dunia maya dan lain sebagainya betul-betul membuktikan pada saya bahwa kenalan itu butuh proses. Kita gak bisa menilai seseorang itu seperti apa sebelum kenalan. Malah saya sarankan jangan deh. Yang awalnya kita judge buruk, ternyata aslinya menyenangkan, bisa jadi teman yang baik, pendengar setia, bahkan partner in crime keren kita. Begitu sebaliknya.

Pernah mengalami? Saya yakin pasti pernah.

Kenalan itu penting. Karena dari kenalan kita bisa memilah milah, mana yang akhirnya sekedar kita jadikan kenalan, mana yang kita jadikan teman dan mana yang betul-betul kita percaya menjadi sahabat. Kita tidak bisa memukul rata dalam menilai seseorang, karena sifat masing-masing orang itu berbeda. Ya walaupun kita memang diharuskan untuk selalu berpikir positif pada orang yang kita kenal. Tapi, berpikir positif bukan berarti kita gak hati-hati lho.. Banyak kasus penipuan, penculikan dan tindak kriminal lainnya yang terjadi karena lemahnya proses kenalan. Karena terlalu mudah percaya, menilai semua orang baik dan kurang berhati-hati.

Karena seseorang itu tergantung pada; apa yang dikerjakannya dan siapa saja sahabatnya. Dalam proses kenalan, hal yang TIDAK BOLEH dilakukan adalah JAIM alias JAga IMage. Teman-teman harus jujur, be your best self! Karena nanti seleksi alam akan menunjukkan. Mana yang layak ada di sisi, mana yang harus tersisih. Jangan sampai demi mendapat banyak kenalan, teman atau bahkan sahabat, teman-teman tersiksa karena harus berpura-pura menjadi orang lain, bukan menjadi aslinya teman-teman. Karena tugas kita bukan memuaskan semua orang dengan "tampilan baik" kita, yang nantinya berujung pada kekecewaan. Tugas kita hanya menjadi pribadi terbaik, dengan cara terbaik. Soal penilaian orang lain? Who cares?

Bukan sahabat namanya kalau hanya mau menerima kelebihan kita. Bukan juga sahabat namanya kalau mengharapkan kita yang sempurna di hadapannya. Bukan :)



Kenalan, yuk? :)

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. Sayangnya sudah tidak bisa merasakan "surga" nya durian.
    Maag sudah memutus tali persahabatan dengan durian...hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang Andy --> dido'akan supaya maag nya sembuh, sehat sempurna sepertia sedia kala dan...........bisa berteman baik lagi dengan durian ^^v hehe

      Hapus