Milikilah Rasa Malu

Assalamu'alaykum..

Apa kabar kamu? Iya, kamu... Udah, gak usah clingak-clinguk. Saya nyapa kamu kok! Sehat kan? Sehat dong? Alhamdulillah :3


Udah lama juga ternyata ya saya gak mampir ke "rumah" sendiri hehe.. Hari ini rindunya seolah membuncah dan mengundang saya untuk sejenak "pulang" meluapkan sedikit hal yang mau saya bagi, yang mudah-mudahan layak untuk untuk disimak O:)

Saya nulis ini di kamar kost saya, ditemani semilir angin dari teras kamar lewat pintu yang sengaja dibuka sedikit dan sayup-sayup suara khutbah Jum'at dari Masjid sebrang. Menikmati space waktu luang sambil menunggu agenda yang siap disantap dengan mantap hihi Alhamdulillah semoga berkah Jum'at membersamai..

Kali ini saya mau bahas soal malu. Tahu kan ya? Malu, em-a-el-u. Iya, malu. Itu lho, bahasa Jawa yang artinya ikut hahaha #kidding.. :P

Well.. Apa sih hal yang pernah kamu lakuin dan berujung perasaan bernama "malu"? Atau, apa sih hal yang akhirnya kamu lakuin juga karena ada rasa malu? Coba dijawab sendiri ya :3
Perasaan malu itu salah satu perasaan yang menurut saya kurang nyaman, gak enak, bikin keki, gengsi dan lain sebagainya. Pokoknya kalau udah datang itu perasaan malu, hiii bisa bikin salah tingkah juga. Tapi tahu 'nggak sih kalau malu itu sebagian dari iman? Pernah denger pepatah itu?

Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’

Jadi ternyata penting juga ya punya rasa malu? Ya iyalah, masa ya iya dong :P dan ternyata perasaan malu juga bisa mengukur kadar keimanan seseorang lho.. Subhanallaah..

Ada yang bingung? Kok bisa sih malu jadi salah satu pengukur kadar keimanan? Ya bisa :) perasaan malu biasanya timbul karena tahu bahwa gerak-gerik kita ada yang mengawasi. Misal, lagi jalan nih di Mall, liat-liat baju di satu toko, terus ada orang atau katakanlah pramuniaganya yang gak kedip itu matanya ngeliatin terus dari atas sampai bawah gak beres-beres. Sejurus kemudian karena kita tahu, kita sadar, jadi malu lah kita. Malu karena ada yang merhatiin, pertama. Lalu malu karena merasa ada yang salah atau kurang wajar dari diri sendiri sampai-sampai orang lain merhatiin sampai sebegitunya, malu karena jadi mikir dicurigain mau nyuri atau apalah yang jelas malu rasanya kita saat itu.

Sama halnya jika kita menyadari bahwa Allah, Tuhan kita semua mengawasi kita. Pastilah ada rasa malu dalam diri kita. Malu kalau mau ngelakuin dosa, malu kalau gak menuhin kewajiban kita, malu kalau ada tugas yang lalai untuk kita tunaikan. Perempuan muslimah yang sudah baligh akan malu kalau auratnya diumbar-umbar atau bahkan diobral. Karena tahu, akhirnya malu. Beda sama balita atau anak-anak. Dia gak tahu kalau mengumbar aurat itu ada konsekuensi dosanya. Makanya 'nggak malu, santai wae main pakai daleman doang.

Dengan adanya rasa malu, kita pasti akan lebih hati-hati kalau mau ngelakuin sesuatu, akan semakin ada batasan, akan serba dipikirin semuanya. Banyak tahu jadi bikin kita banyak malu. Karena kata "tahu" dan "malu" udah lama kolaborasi jadi pasangan halal yg romantis hehe

Yuk deh kita pelihara malu kita, sebagai wujud cerminan masih adanya iman dalam diri kita. Bersyukur banget lah manusia yang masih dikasih rasa malu. Jangan malah malu-maluin :P

Makasih ya yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk mampir ke "rumah" saya yang ala kadarnya ini. Semoga suguhan "kudapan"nya berkenan di hati hihi teriring do'a untuk teman-teman semua, semoga sehat terus, banyak rezeki, enteng jodoh, dilancarkan semua urusannya dan semoga senantiasa memiliki rasa malu. aamiin :)

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar