Setelah Diberi Nama, Lalu Apa Lagi?

Alhamdulillah, tgl 29 September kemarin telah lahir keponakanku yang ke-12 dan in syaa Allah SAH diberi nama "Rakha Aldric Fazzadh" yang berarti seseorang yang bahagia, bijaksana dan murah hati. Maa syaa Allah ya artinya :') semoga Rakha kelak benar2 tumbuh menjadi manusia yang senantiasa berbahagia, menjadi sumber kebahagiaan utk orang tua juga sekitarnya, bijaksana dalam bertindak serta murah hati pada sesama. AAMIIN ^^

Saya pun jadi teringat pepatah yang mengatakan bahwa; nama adalah do'a. Teman-teman sendiri setuju dengan hal itu? Nama yang baik akan menjadi penyumbang yang cukup besar bagi sifat baik seseorang setelah dilahirkan. Nama yang orang tua sematkan pada buah hatinya yang baru saja menghirup "dunia bebas" adalah harapan, keinginan, bahwa sang anak bisa tumbuh dan besar seperti apa yang melekat pada dirinya. 

Maka dari itu, biasanya beberapa bulan sebelum sang anak lahir atau mungkin jauh-jauh hari sebelum sang anak bertahta dengan nyaman di dalam rahim ibunya, pasangan yang begitu mendamba keturunan dari Sang Maha sudah menyiapkan nama untuk bakal calon anaknya kelak. Mencari-cari di dalam mushaf, browsing di internet atau bahkan meminta pendapat orang lain yang dianggapnya paham akan arti nama-nama yang baik pun dilakukan. Harus seperti itukah persiapannya? Bisa saja :)

Di keluarga saya sendiri, saya termasuk orang yang tak jarang dipercaya untuk "menyumbang" nama oleh kakak atau saudara yang meminta bantuan untuk dicarikan nama anak yang memiliki arti yang baik, terutama nama-nama yang diambil dari Qur'an atau bahasa Arab. Alhamdulillah, tinggal nyiapin buat anak sendiri nanti #eh :P

Nama adalah harapan, keinginan.. Kita percaya bukan bahwa orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk generasi-generasi hebat penerusnya? Dan itu semua beliau lakukan salah satunya dengan mempersembahkan nama terbaik untuk kita, anak-anaknya. 
 

Tapi.. Cukupkah, selesaikah "tugas" orang tua dengan memberi nama saja? Ooo, ooww.. Tentu tidak! Anak yang diberi nama dengan sebaik-baiknya nama seharusnya diasuh, dibimbing, sebaik harapan yang orang tua inginkan dari nama yang diberikan pada sang anak. Karena nama saja tidak cukup. Orang tua harus membekali sang anak dengan ajaran-ajaran baik sesuai dengan kepercayaan yang dipeluk kedua orang tuanya. Dan saya yakin, setiap ajaran dari agama apapun, dengan keTuhanannya, adalah baik :)

Mungkin sebagian atau kita semua pernah mendengar istilah "keberatan nama"? Hehe.. Itu istilah yang dipakai untuk seseorang yang (mungkin) memiliki nama yang baik, akan tetapi perilakunya tidak mencerminkan namanya. Ada yang  salahkah dengan namanya? Apakah orang tuanya kurang tepat memberi nama? Dan ada juga seorang anak yang memiliki nama (mungkin) secara bahasa baku atau harfiahnya tidak memiliki arti, dikarenakan minimnya pengetahuan orang tua akan hal itu, tumbuh menjadi seseorang yang berkepribadian luar biasa? Berakhlak baik?

Well.. Semua kembali lagi pada harapan dan keinginan orang tua terhadap anakya, buah hatinya, penerus generasinya. Yang saya cukup yakini, harapan akan membawa seseorang pada proses yang sesuai. Bila harapan adalah tujuan, maka proses itu, bolehkah saya sebut "perjalanan"nya?

Ayah, Ibu.. Dan para calon ayah juga ibu.. Memberi nama yang baik itu memang penting. Tetapi, yang lebih penting setelahnya adalah bagaimana kita bisa mendidik serta membimbing sang anak sesuai dengan harapan yang kita miliki. Seperti nama yang kita sematkan padanya, sang perantara pembuka pintu Surga kita #NoteToMySelf :')



Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 komentar: