Sajak Sang Perindu

sebuah potret nostalgia
menarik diri kembali pada masa (masih) bersama
saat tak ada canda yang menjadi luka 
namun tangis terasa menyiksa semua
apa kau juga ingat, sahabat?



kini..
meski keadaan sudah berubah
wajahmu tak lagi mudah kutemui dengan langkah dekat
aku yakin,
kita masih saling menggenggam kenangan yang sama
benar, kan?

aaah..
rasanya baru kemarin saja
pertemuan manis yang tak mungkin kebetulan
bertemu karena hilir yang sejalan
mimpi dengan satu tujuan

bagaimana kabarmu kini, sahabat?
baikkah kau di sana?
masihkah tawa itu kau rasa sama?
atau ia sudah ikut pamit bersama salam perpisahan kita?

ya, kau tau..
aku rindu 
tak mampu ku halang ia untuk tak bertamu
bahkan saat diri ini sedang tak mampu mengahalau pilu
cukupkah sebait do'a yang ku kirimkan untukmu?
agar kau rasa seperti aku?
aku rindu...

coba kau lihat jadwalmu
adakah di antaranya kau siapkan waktu untukku?
untuk kita?
ayolah..

ku yakin kau pun tau
bahwa hanya temu yang mampu meredakan rindu
biar ku siapkan teh hangat kesukaanmu
meski mungkin itu tak cukup untuk menjamu

ku tunggu kabar baik darimu :)






Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar