Mungkin Ini Yang Namanya Galau (?)

Gak terasa ternyata udah masuk bulan kesebelas saya di kota Berhati Nyaman, alias Jogja ini. Kayaknya baru kemarin pamitan sama Mama-Papa, minta izin buat nempa diri di sini. Kalau boleh nengok ke belakang, ternyata dalam waktu yang terasa baru sekejapan mata, banyak hal yang udah saya lewati. Dari hal yang seneng sampe terasa nyesek, dan ngerasain gimana kangennya sama rumah di Jakarta sana. Ah :')


Luar biasa Allah kasih kesempatan mahal ini untuk saya. Di sini, saya belajar banyaaaaaak banget! Yang paling utama belajar gimana itu hidup mandiri, jauh dari orang tua, gak banyak bergantung sama orang lain. Walau kenyataannya, adaaaa aja sahabat-sahabat baik yang sukarela membuka tangannya untuk ngebantu :')

Saya jadi makin dan makin sadar. Ternyata, sejauh apapun kaki melangkah, hati tak akan pernah bisa ditipu. Ia akan tetap tinggal di tempat ia merasa terus dicinta, tempat di mana ia tahu bahwa pengorbanan atas masa depan itu ada, nyata. Ya, tempat itu bernama rumah :)

Bener banget kalau ada yang bilang; merantau itu bisa membuat kita melihat sesuatu jauh lebih luas. Melihat sesuatu dari diri yang seakan ada di "pengaturan" 0. Dan benar-benar bisa melihat bagaimana ketulusan yang sebenarnya; seseorang yang bukan siapa-siapa, datang untuk tujuan atau keperluan tertentu, bisa diterima dengan sangat baik layaknya keluarga dekat, layaknya sahabat yang sudah kenal lama. Maa Syaa Allah :')

Dan semua ini saya yakin, se-yakin yakinnya, tak terlepas dari do'a orang tua juga keluarga yang tak pernah absen dimunajatkan. Do'a demi keselamatan, kebaikan, keberuntungan serta keberhasilan saya. Seringkali saya berpikir, sampai berapa lama kah Allah mengizinkan saya untuk bertumbuh di sini. Sampai kapan Allah memberi saya kesempatan untuk bisa berkontribusi lebih luas di tempat yang awalnya begitu asing bagi saya.

Ada rasa mulai berat meninggalkan kota ini. Tapi di sisi lain, di Jakarta sana, ada orang tua dan keluarga besar yang seharusnya bisa jauh lebih banyak merasakan secara langsung kebermanfaatan diri yang masih banyak kurangnya ini. Setidaknya, itulah tujuan terbesar saya. Bisa bermanfaat bagi semua orang, terutama keluarga. Dengan apapun yang saya punya dan apapun yang masih bisa saya usahakan. In syaa Allah..

Saat ini, bila saya boleh meminta, dan permintaan ini menjadi permintaan yang tak tertolak, saya ingin bisa memaksimalkan kesempatan yang masih tersisa untuk saya di sini. Saya ingin lebih banyak berkarya, meninggalkan sesuatu yang bermanfaat yang bisa dilanjutkan sampai generasi-generasi tak hingga selanjutnya. Saya ingin bisa menjadi bagian dari cerita bermakna. Di sini, Jogja :)

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar