Keep Calm dan Mari Jadi Anak-Anak!









Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling membahagiakan bagi setiap orang. Ya, bagaimana tidak? Sepertinya hanya di masa inilah kita bebas sebebas-bebasnya berekspresi menjadi diri kita sendiri tanpa ada yang sibuk komentar, protes atau bahkan meminta kita untuk berubah. Right?



Masa kanak-kanak juga merupakan masa di mana seseorang bisa benar-benar all out dalam menjalankan perannya. Hanya di masa kanak-kanak, kita bisa tertawa, menangis, bermain, tidur atau hal lainnya secara penuh atau 100%! Melakukan berbagai eksperimen (baca; membuat kekacauan)—yang meski kadang menyebalkan, namun tetap menyisakan kesan lucu bagi orang dewasa.



Terkadang mungkin banyak dari kita yang ingin betul kembali ke masa itu. Masa di mana rasa yang paling dominan di dalam hati kita adalah rasa bahagia (menurut riset dari beberapa sumber anak anak tertawa sebanyak 300 kali dalam sehari, sedangkan orang dewasa hanya sekitar 15-100 kali saja ckck ) . Karena sedih, marah, kesal dan rasa yang lainnya hanya sebagai selingan saja. Tak ada masalah, semuanya—yaa, semuanya. Seolah baik-baik saja. Tak ada galau soal percintaan, tak ada kepala pusing memikirkan skripsi, tak ada rasa gelisah memikirkan “besok saya makan apa ya?” 




Keinginan itu pun seperti merasuk pada kita yang mulai beranjak dewasa. Hingga disadari atau tidak, banyak orang dewasa yang berlaku seperti anak-anak, namun jarang atau malah tidak ada anak-anak yang berlaku seperti orang dewasa (secara alamiahnya) haha :D




Hal ini pun terjadi pada saya. Akhir-akhir ini saya mendapati kebahagiaan tersendiri ketika saya punya mainan baru. bongkar pasang, boneka atau printilan kecil mainan anak-anak Kalau saya ke restoran cepat saji—sebut saja kaepci, mekdi atau hokiben, saya akan dengan yakin memilih menu yang dikhususkan untuk anak-anak. Karena apa? Karena mereka menyertakan mainan dalam paketnya. Dan saya happy! :’)



Nggak jarang statement seperti; kamu kok kayak anak kecil? | Masa kecilmu kurang bahagia ya? | Udah gede masih ngumpulin mainan aja! Dan lain laiiiiin terlontar dari para sahabat atau keluarga. Malu? Enggak sama sekali! Malah senang, karena yang ngecengin kemudian malah maklumin dan nambahin koleksi~ hihi




Dan saya rasa, saya nggak ada apa-apanya perihal ngoleksi mainan. Masih banyak orang dewasa yang jauhhhh lebih maniak dari saya. Banyak, banyaaaaaak! :D





Lalu, apa pesan moralnya?







Percayalah guys, sometimes we have to be a child! Entah dengan mengembalikan memori ke masa kecil (ingat dong, serunya main bentengan, petak umpet, ngejar-ngejar layangan, damdas, asen dll waktu kecil dulu? Dan yang jadi alarm tanda permainan harus selesainya adalah......... Adzan Maghrib!)  atau melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh anak-anak sebagai refreshing diri. Sekadar untuk mewaraskan diri dan menyadari bahwa kita—meski sudah beranjak dewasa pun bisa menghadirkan kebahagiaan dalam diri dengan cara yang begitu sederhana. Ya, salah satunya dengan menjadi anak-anak. Asal bukan memelihara sifat kekanak-kanakan ya! Itu mah nyebelin haha










Keep calm dan mari jadi anak-anak! \o/

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar