Asyiknya Berpengetahuan Luas Tanpa Batas


“Mbak, udah baca buku tentang Borobudur itu belum?”, tanya Mas Anggie, salah seorang pengajar di Yayasan tempat saya bekerja di sela waktu istirahat

“Oh, yang Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman ya?”, tanggap saya singkat

“Iya itu. Tau ya, Mbak?”

“Tau aja, Mas.. Belum sempat baca sih, tapi saya pernah rihlah ke sana. Ikut trip perjalanan kisah yang ditulis di buku itu.”


*** 
Dari perbincangan singkat itu kemudian kami saling bertukar cerita. Ngobrol  seru tentang penelitian panjang dari seorang ilmuwan luar biasa mengenai sejarah dari sebuah candi yang masuk dalam daftar “Keajaiban Dunia”, Borobudur; KH Fahmi Basya.


Kamu pernah dengar atau bahkan membacanya juga kah, Guys? (Kalau belum, silakan manfaatkan mbah Google ya untuk cari tau atau monggo mampir ke toko-toko buku terdekat) :D


Mas Anggie bercerita berdasarkan apa yang telah ia baca, sedangkan saya menanggapi sesuai kemampuan saya yang sekadarnya sesuai dengan perjalanan yang pernah saya ikuti sewaktu mendapat kesempatan untuk bisa ikut trip religi bersama teman-teman komunitas di Jogja setahun lalu.


Obrolan kami terasa begitu hangat dan asyik kala itu. Layaknya para Bapak yang bisa begitu asyik membahas klub sepakbola atau masalah politik di negeri ini sewaktu duduk santai sembari ngopi-ngopi di Warkop (warung kopi), tanpa harus menyinggung masalah pribadi


Well, pada akhirnya waktu ngobrol yang kira-kira hanya sekitar setengah jam dan harus berakhir dikarenakan bel masuk yang memang sudah waktunya berbunyi itu, langsung membuat saya berpikir “asyik juga ya kalau punya banyak ilmu dan pengetahuan. Bisa ngobrol sama siapa aja dan jadi teman ngobrol yang seru bagi siapa saja”. Padahal selama kami sama-sama ada di Yayasan ini, seingat saya, belum pernah sekalipun kami ngobrol se-asyik itu. Membicarakan hal di luar pembahasan tentang kehidupan sekolah atau sekadar basa basi sebagai komunikasi formalitas hehe


Nggak kebayang deh kalau jadi seseorang yang dilabelkan seperti katak dalam tempurung, seseorang yang minim pengetahuan, kudet (kurang update, red), nggak suka bergaul dan begitu menutup diri dengan dunia luar dengan alasan kenyamanan.. Swear, saya sendiri nggak bisa bayangin gimana jadinya. Minimal yaaa, mulai lah untuk berteman karib dengan sebuah benda ajaib bernama buku.


Saya pribadi bukan seseorang yang wah dalam hal pengetahuan, apapun. Masih dalam tahap terseok-seok kalau boleh dikatakan. Tetapi dalam berbagai kesempatan, saya mencoba belajar untuk menjadi seseorang yang haus ilmu. Yang selalu pingin tau. Yang kepo luar biasa terhadap apa saja yang sekiranya bisa saya pelajari.


Sharing deh, ngobrol deh. Kapan saja, di mana saja. Dan terkagum-kagum lah karena ternyata…..


DUNIA ITU LUAS!


PENGETAHUAN ITU TAK BERBATAS!


Tapi…


Jangan sendiri, jangan sok mandiri. Belajar sendirian itu nggak asyik, karena hanya membuat diri kita tajam dengan perspektif yang subjektif.






Jadi, kapan kita ngobrol-ngobrol asyik? ^^

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar