Terjebak Kalibrasi

Kalibrasi?? Hmm.. Apa sih itu kalibrasi?

Kalibrasi (lebih dikenal dengan refreshing) merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk meredakan rasa jenuh atau mengembalikan semangat  dan kembali relaks setelah letih ber-hectic-ria dengan kegiatan sehari-hari; bekerja, mengurus rumah, berorganisasi dls.


Ada yang memilih bermain (melakukan aktivitas fisik, seperti; outbond, hiking dll), menikmati suasana alam (back to nature), menonton film, hang-out bersama teman-teman atau bahkan tidur! Berbagai cara dilakukan supaya bisa tetap waras dengan melakukan kalibrasi ini.

Kok bisa ya beda-beda gitu cara kalibrasinya? Ya iyalaaaaah.. Setiap orang itu kan unik. Makanya treatment-nya pun bakal beda-beda.

Dan bagi seseorang seperti saya yang teridentifikasi memiliki karakter yang dominan otak tengah, saya cenderung lebih fleksibel untuk urusan yang satu ini (sssttt bahkan untuk beberapa hal lainnya, haha!). Akan tetapi rasanya menonton film atau tidur menjadi pilihan utama dan ampuh saya ketika bosan mulai melanda.

Membuka saluran yang menyajikan berbagai film mancanegara di sela-sela waktu bekerja atau tidur saat jam istirahat tak ayal saya lakukan. Merasa lebih segar kah setelahnya? Oh jelas. Setelah itu saya bisa mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang singkat dengan fokus tingkat dewa : )))

Kabar buruknya kalibrasi ternyata bisa membuat saya kecanduan! *tepok jidat*

Saya terlanjur menjadikan kalibrasi sebagai sebuah mindset dalam pikiran. Sesuatu yang seharusnya dilakukan pada saat benar-benar jenuh, malah saya lakukan saat diri rasanya mulai jenuh. Jenuh yang terkadang saya undang sendiri hmm… Saya terjebak kalibrasi.

Saya lebih memilih usil berburu film-film terbaru saat deadline terpampang nyata di depan mata atau memilih berlama-lama bercumbu dengan bantal-guling saat ada acara keluarga di akhir pekan.

Yahaba alias bahaya nih! bukan cuma nostalgia akan cerita masa lalu yang aja yang bisa bikin kita terjebak rupanya. Kalibrasi-pun! Ckck

Seminggu lalu saya sudah ber-azzam pada diri saya untuk bisa lebih produktif. Mengoptimalkan waktu-waktu luang yang saya miliki untuk melakukan hal-hal berfaedah #tsaaah, salah satunya dengan berbagi lewat tulisan. Bukankah hal termahal yang paling berharga yang kita miliki di dunia ini adalah waktu? :”

Tetapi nyatanya? Saya (masih) cengeng! Saya (masih) mudah terjebak dengan kalibrasi versi saya sendiri. Well, PR baru (lagi) nih buat saya.
Saya harus kudu mesti bisa membedakan mana jenuh yang sesungguhnya (yang dikarenakan aktivitas yang sama berulang-ulang dalam jangka waktu lama) dan memang betul-betul butuh kalibrasi serta mana jenuh yang semu (yang bisa hadir setiap saat dan minta dimanjakan) dan harus dilumpuhkan #dorr!

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktusenggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)



Note:

Kabar baiknya, kalau tulisan ini sampai di kamu, artinya saya sedang berhasil melumpuhkan rasa jenuh semu saya *big smile*

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar