Random Thought #1

Jika ada suatu kebaikan yang bisa kamu mulakan, maka mulakanlah-- evasaras

o haaaaaai! Assalamu'alaykum...

Ada berita apa sih yang happening selain soal seorang blogger muda yang patah hati dan bikin heboh seantero jagad per-sosial-media-an lewat video berdurasi sekitar 28 menit yang diunggahnya ke youtube? Dan menurut kalian, apa yang doi lakuin itu sesuatu yang fine fine aja (sebagai media doi untuk mengungkapkan perasaannya) atau malah berlebihan (karena secara konten doi begitu menyesalkan pemutusan sepihak dari mantan pasangannya dan gimana doi sepertinya sudah berkorban banyak-- di usia keduanya yang masih di bawah tanggung jawab orang tua)?

Semua cuma soal sudut pandang sih ya.. Bisa jadi pro, bisa juga jadi kontra atau malah biasa-biasa saja. Yaa, tergantung siapa yang menilai.

Tapi kalau menurut saya pribadi yang melihat masalah tersebut dari sudut pandang bahwa saya merupakan; seorang perempuan-- yang secara usia bisa dibilang sudah masuk ke tahap usia dewasa dan pernah merasakan hancurnya patah hati, video itu seharusnya cukup jadi koleksi pribadi si empunya. Secara doi pun ternyata cukup terkenal di dunia maya-- setidaknya di instagram followernya mencapai 600ribuan, yang kebanyakan dari para followernya masih berusia belasan bahkan bisa dibilang anak-anak.

Yang kemudian dikhawatirkan dari apa yang telah dilakukannya dan beberapa video tak layak tayang bagi anak-anak remaja yang sudah doi share (seperti bebas berciuman dengan pacar, gaya hidup hedonnya dls) diikuti para follower bau kencurnya yang terlanjur menjadikannya sebagai idola dan panutan *garuk-garuk tanah*

Sah sah saja mengekspresikan ide, karya atau apapun di media apapun yang kita senangi, yang bisa membuat diri kita berkembang menjadi lebih baik-- dan jauh lebih baik lagi kalau turut menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Just do it.

Teknologi semakin canggih, dunia makin tak berbatas semenjak internet mulai eksis. Segala macam hal; baik-buruk, bisa dengan sangat mudah kita dapat. Pun, bisa dengan sangat mudah kita bagikan. Pengawasan extra bagi orang tua yang sudah membebaskan anak-anaknya mengakses internet atau sadar batas-batas bagi yang berusia baligh dalam berselancar di dunia maya memang sangat diperlukan.

Seperti yang sebuah hadits bukhari riwayatkan:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah"
Hadits tersebut coba saya terapkan betul dalam keseharian saya, termasuk saat saya menulis di blog, membuat status di sosial media (walau kadang masih keceplosan-- masih suka post hal-hal yang bersifat terlalu private atau sekadar keluhan karena hari yang saya lewati tidak semulus perosotan di kawasan wahana bermain air *peace*)

Saya lupa awal dan mula saya tertarik untuk masuk ke dunia tulis menulis. Tapi yang bisa saya ingat, dulu waktu SMA saya sempat menulis beberapa konsep cerita berupa novel-- yang salah satunya sudah hampir selesai tapi saya hapus dengan gegabahnya karena yang menjadi inspirasi saat itu menghancurkan hati saya berkeping-keping #jederrr #inipatahhatikumanapatahhatimu : )))

Dan kemudian saya mulai memaintenance sosial-sosial media yang saya punya, agar hanya yang (setidaknya bagi saya) bermanfaat saja yang saya aktifkan. Bukan apa-apa, saya hanya sadar betul bahwa terkadang saya masih kesulitan menghandle khilaf. So ya, mungkin akhirnya kalian tahu kenapa saya menghapus akun facebook lama saya dan membuat akun baru dengan membatasi siapa-siapa saja yang bisa masuk ke dalamnya, pun saya membatasi siapa-siapa saja yang status update-nya bisa saya baca ketika saya menscroll-up-down laman beranda saya.

Begitupun dengan akun blog yang saya namakan goresanberdetak ini. Saya bisa mengklaim bahwa in syaa Allah apa yang saya tulis dan share di sini minim tulisan kurang berfaedah. Meski terkadang ada curhat colongan di dalamnya hehe

Lalu, adakah teman-teman yang pingin tau tentang di balik sebuah nama "goresan berdetak" yang saya ambil untuk lini blog saya? : D *well, izinkan saya untuk membahasnya di lain waktu ya?

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar