Muka Itu Dirawat BUKAN Diedit (2) : )))

Well, 

Langsung saja ya.. Untuk yang baru mampir ke blog saya, tulisan ini merupakan sequel (bagian kedua) dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama. Maapkeun yaa kalau tulisan kali ini agak panjang (sekalian curcol ceritanya mah) *peace*

Oh ya, tulisan ini hanya sekadar testimoni/sharing singkat saya tentang bagaimana cara saya mencoba memulihkan wajah berjerawat membandel saya. Jadi bukan acuan yang harus diikuti ya! : )

Jadi, kira-kira tiga tahun lalu, setelah memperjuangkan (halah) predikat wajah mulus tanpa jerawat selama 22 tahun, akhirnya saya kalah juga. Entah bagaimana ceritanya, satu per satu jerawat mulai mengajak saya berkenalan dan bandelnya, mereka memilih tinggal meski tanpa ada kata setuju dari saya. 

Bete? Yaa nggak usah ditanya lah :))

Coba tanya-tanya teman, akhirnya saya direkomendasikan paket racikan dokter (terdiri dari cream malam-siang, facial wash dan toner) yang memang sudah jadi langganan teman. Melihat kulit dia kinclong bebas noda, tanpa riwil saya pun langsung ikut pesan. 

Satu minggu pemakaian belum terlihat efek apa-apa. Hanya meringis-ringis setiap malam setiap kali mengaplikasikan salah satu rangkaian perawatan; toner. Yang rasanya membuat wajah seperti terbakar. Panas, perih.. Dari situ saya tahu bahwa istilah "Beauty is pain" benar adanya haha.. Memasuki minggu kedua kulit wajah mulai mengelupas (efek standar pemakaian cream wajah)

Dan nggak disangka, belum sampai sebulan jerawat sudah hilang dan kulit wajah kinclong bak artis Korea yang banyak di iklan-iklan produk kecantikan haha 

Senang? Yaa nggak usah ditanya juga :P

Satu setengah bulan paket cream saya habis. Karena sangat puas dengan hasilnya, saya pun repeat order. Tetapi karena nggak mau ketergantungan dan takut dengan efek jangka panjangnya (saat itu berita tentang cream wajah oplosan sedang ramai-ramainya) saya coba untuk lepas perawatan cream tsb dan hanya memakai facial wash biasa (waktu itu saya pakai garnier pome) dan acid water (by KangenWater). Setengah tahun berlalu, wajah masih bersahabat. Hmm, benar-benar nggak bikin ketergantungan ternyata. Saya membatin

Eh tapi... Eng ing eeeeeng.. Entah karena mobilisasi saya yang cukup padat atau karena kurang cocok dengan kualitas air yang biasa saya pakai mandi (saat itu saya sedang merantau ke Jogja) atau karena saya yang malas membersihkan wajah setiap habis beraktivitas, si jerawat usil itu datang lagi. Nggak tanggung-tanggung, bok! Sebelumnya dia ajak keluarga, kali ini dia ajak tetangga-tetangga nya juga! Wuihh.. Jerawatnya mau bikin negara di muka gue!!!

Gengges banget rasanya. Tanpa pikir panjang, saya langsung pesan cream dengan teman saya lagi. Hasilnya? Masih sama memuaskannya seperti pertama kali pesan. Tetapi saya niatkan betul, kalau sudah habis, ya sudah. Tidak mau pesan lagi, tidak mau ketergantungan. Yang saya pakai saat itu hanya acid water ditambah argan oil.

Ternyata setelah lepas memakai cream tersebut; wajah saya semakin sensitif. Kena debu sedikit, paaaaasti langsung deh! Jerawatan. Sudah lah ini wajah macam sayur asem. Semua ditumplekin, dicobain. Nggak sabar, gemes pingin ngilangin. Ngaca mulu kerjaannya setiap hari. Mastiin ada pengurangan atau si jerawat malah buka lahan baru (lagi)

Saya frustasi. Serius. Saya bahkan sempat sampai menangis melihat wajah saya sendiri dengan jerawat di hampir seluruh wajah dan BESAR-BESAR! Ibu saya yang kasihan melihat anaknya galau menyarankan saya untuk ke dokter kulit saja, supaya bisa ditangani dengan tepat. Coba searching dan tanya-tanya, akhirnya saya putuskan untuk mencoba Jasper (Skin Care & Body Health). Yaa, monggo dikepo-kepoin yes si mbak Jasper ini.

  • Kunjungan pertama saya bertemu dr. Ayu dan beliau bilang, "ini jerawatnya sudah meradang mbak". Huhu patah hati adek, Bang! Beres konsul, dr.Ayu membekali saya resep yang harus saya tebus a.l; dua cream pagi (base acne & NC white), dua cream malam (ONE & ACG), satu botol facial wash (BP Acne), satu botol toner dan 1 botol kapsul Acne 3 (isinya 10 kapsul, diminum 1 x sehari) TOTAL seharga Rp 330.000. Dan saya harus mulai aware makanan apa saja yang bisa membuat jerawat saya risih dan nongol lagi kalau dikonsumsi (dari semua yang di-list bu dokter; susu dan turunannya, bakso, mie, cabai, gorengan dan banyak lagi. Untung saya masih boleh makan nasi dan minum air putih, Thank God!) kesemuanya bikin kulit sensi :"(
semingguan setelah perawatan. masih sangat zonk :(
  • Kunjungan kedua (lupa tanggal berapa) saya hanya beli kapsul Acne seharga Rp 60.000/10 kapsul. Karena kapsul tsb memang harus dilanjut kalau jerawat masih timbul
Sampai di tahap ini saya mulai puas karena jerawat satu per satu mulai hengkang dari dataran kulit saya. Kesemua rangkaian yang diberikan pun nyaman dipakai, tanpa ada satupun yang terasa perih saat digunakan. Dan kalau dipikir-pikir, dari biaya yang sudah saya keluarkan untuk coba-coba, jauh lebih baik ini. Secara gitu ya, dalam pantauan dokter. Oh iya, untuk perawatan di Jasper yang bikin asik adalah biaya konsultasi dokternya Rp 0,- a.k.a GRATIS! Jadi kita cukup bayar obat/perawatannya saja.
  • Kunjungan ketiga, 13 Maret, saya ambil treatment facial acne (Rp 95.000/treatment), konsultasi dan repeat obat
  • Kunjungan keempat, 27 Maret, saya bertemu dr.Kezia (karena jadwal dr.Ayu berubah-- tapi tetap, dr.Kezia memakai rekam medis terakhir saya datang konsul), karena dirasa jerawat saya sudah hampir hilang 100%, saya disarankan untuk melakukan tindakan. Namanya Chemical Peeling (Rp 300.000/treatment). Saya mah oke-oke aja lah, manut apa kata bu dokter. Sampai saya harus menandatangani surat pernyataan bahwa saya menyetujui apapun yang terjadi setelah tindakan. Walaaah, ngeri betul ini haha kepalang tanggung, saya muluskan saja prosesnya dengan menandatangani surat pernyataan tersebut dan masuk ruang tindakan. Sepuluh menit menunggu, seseorang datang dan meminta izin untuk memakaikan saya anestesiRasanya adem, dingin-dingin gimanaaa gitu. Dan ia pun menutup wajah saya dengan plastik wrap (tahu kan? Yang biasa dipakai untuk bungkus apel 3 biji sepuluh ribuan itu lho).. Sekitar setengah jam, wajah saya dibersihkan dan dr.Kezia pun masuk ke ruang tindakan. Dia membuka botol (entah obat apa) yang baunya errrr sangat amat menyengat dan dr.Kezia pun mulai mengoleskan obat tsb ke wajah saya. pakai-bersihkan-pakai sampai tiga atau empat kali (saya lupa, yang pastinya saya sudah angkat bendera putih) dan memakaikan cream iritasi . Rasanya seperti wajah dibakar berulang-ulang. Beauty is really really pain! Saya nggak akan mau ngelakuin treatment ini lagi seumur hidup :"(
kiri : 5 hari setelah peeling wajah gosong dan mulai mengelupas || kanan : 2 minggu setelah peeling, mulai mengelupas dan jerawatnya kering semua (ga sempet ambil foto persis pasca peeling,)
  • Kunjungan kelima, 10 April saya hanya konsultasi dan repeat obat
  • Kunjungan keenam (kunjungan terakhir), 29 Mei, saya ambil treatment facial bubble (Rp 145.000/treatment) dan repeat obat. Oh iya, mulai kunjungan keempat obat yang saya tebus dosisnya lebih ringan
Nah.. Alhamdulillah wa syukurillah kurang dari enam bulan perubahannya sudah sangat menyenangkan buat saya. Dan per bulan Juli saya memutuskan untuk lepas perawatan dokter dan mulai untuk perawatan standar saja. Nah, yang saya lakukan per bulan Juli sampai hari ini adalah; 
1. Seminggu sekali saya peeling dengan polishing peel dari NuSkin (ditambah minyak biji anggur/minyak argan sebelum memakai peeling) yang fungsinya untuk meregenerasi sel kulit dan mengecilkan pori-pori juga bekas bopeng (warisannya si jerawat)











2. Cuci muka saat diperlukan (terutama malam hari) dengan Nourish Facial Acne

3. Memakai oil control film (kertas minyak dari clean&clear) saat wajah berminyak dan tidak sempat cuci muka 












That's all! :")

Nah, ini perkembangan wajah saya hari ke hari (tanpa edit atau filter):

 

hari ini


Begitulah kira-kiraaaaa :D gimana? Cukup menghibur, eh, bermanfaat kah? :'D

Enggak salah kok mempercantik diri dengan berbagai aplikasi pelengkap di smartphone yang kita punya. Tapi yaaaa, masa mau terus-terusan bohongin diri sendiri sih :'D ngerawat wajah mudah kok asal telaten. Kalau cuma ngandelin editan mah puasnya saat itu aja. Beda kalau memang betul-betul dirawat. Investasi jangka panjang lhooo!

Makasih yaaa sudah meluangkan waktu untuk menyimak. Semangat cantiiiik ^^



Note;
tulisan ini hanya sekadar testimoni dan sharing singkat (berbau curcol) saya haha. Kalau dirasa masalahya serius, cepet-cepet deh konsultasi ke dokter kulit terpercaya kamu supaya bisa ditangani dan diberi produk yang paling tepat. Jangan males makan sayur dan minum air putih yang cukup, juga sempatkan olahraga (saya workout atau sepedaan) minimaaaaal banget seminggu sekali. Supaya tubuh fresh! Karena kalau tubuh fresh kulit pun akan terlihat bercahaya lho.

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar