Lanjut Nih?

Oke, Green Terrace pk 19.00 ya!!

Seperti biasa, setiap kali janjian di waktu jam-jam pulang kerja, saya pasti lah jadi yang terakhir datang. Seperti kala itu, hari Jum'at tanggal 07 Oktober 2016. Saya ada janji dengan dua wanita cantik sahabat saya yang saya kenal sejak duduk di bangku SMP. Yang dulu masih cupu (sama saya juga sih haha), sekarang sudah menjelma menjadi sosok wanita dewasa yang cantik menawan, meski masih lebih cantik saya :") *dilempar tahu bulat

Rencana awal sebenarnya mau makan mie yamien yang termasyhur itu. Tapi apa boleh baut lah, demi hasil foto bening lagi febyeles saat temu cantik, maka tempat ketemuan dipindah ke daerah taman mini. Mereka yang datang lebih dulu memutuskan untuk cemal cemil manjaaah dulu di salah satu coffee shop, sedang saya masih terjebak macet di ribuan kilometer jauhnya hahahaa lebay pret

Sesampainya saya di sana, saya langsung menghampiri mereka yang sudah hampir menghabisi satu gelas green tea dinginnya. Duduk sebentar dan kemudian pindah ke tempat lain yang lebih seru untuk seru-seruan bertiga. Sekitar dua jam ber-girls-time, kami melangkah ke tempat berikutnya yang masih di area Green Terrace *semacam Green Terrace tour lah ini

Belum sempat meninggalkan tempat kedua, Ibu saya sudah sibuk menelepon. Nasib ya nasib, walau usia sudah seperempat abad tapi orang tua saya masih memberlakukan jam malam :") pk 18.00 di luar hari kerja dan 21.00 saat hari kerja hahaa 

"Va, ada temennya nih di rumah dateng", seru Ibu saya di sebrang telepon

"Siapa, Ma?"

"Nggak tahu, mama nggak kenal"

*mikir*

*mikir lagi*

*masih mikir*

"Nggak mungkin lah mama nggak kenal. Siapa coba temen ku yang ke rumah tanpa dikenalin ke mama? Pffttt"

"Iya bener mama nggak kenal. Ya udah, pulang cepetan"

"Iya."

Biar cepat saya meng-iya-kan perintah Ibu saya dan berpamitan. Tapi kemudian kedua teman saya melarang karena mereka bilang nggak penting karena nggak jelas hahahaaha 

Kami bertiga pun melangkahkan kaki ke tempat terakhir di pertemuan kami malam itu-- toko kue.

Hmm oke baiklah hahahaa sebelum kami fixed menentukan tempat ketemuan, saya mewanti-wanti agar Erry dan Gita (kedua sahabat saya) mau membelikan saya kue tart sebagai sajen. Awalnya hanya bercanda, karena saat saya memintanya pun Gita langsung bertanya usil, "emang masih ngerayain ulang tahun?" wkwkwkwk

Berhubung yang mau dibelikan kue orangnya cukup tahu diri, saya pun hanya minta dibelikan cheese cake seharga 16ribu hahahaa tapi karena mungkin rezeki saya malam itu bukan yang murah meriah, cheese cake idaman ternyata habis. Dan mereka pun memilihkan rainbow cake untuk saya. Yang harganya 10 kali lipat hahaha love you both! :P

Sehabis kue dibeli? Skenario pun berjalan. Lilin dipasang meski bukan untuk tiup lilin dan mereka mulai mengajak saya berfoto berbagai pose dengan kue tersebut. Tandai ya; saya yang berfoto dengan kuenya. Si kue modelnya, Eva si remah nastar ini propertinya. Karena pemeran utamanya si kue bukan saya :"(((

"Kuenya yang keliatan dong, Va"-- Erry

"Eva diangkat kuenya, jangan males. Udah dibeliin juga"-- Gita

Errrrr you both are truly bestfriend. Ngeselin :"))))))




Dan begini lah hasilnya........ 3 of 1.000.000.000 photos












Well, karena sudah cukup malam, enggg nggak ding. Tepatnya karena tokonya sudah mau tutup dan bingung mau berfoto dengan pose apalagi, kami bertiga pun memutuskan untuk pulang. 

Thanks a lot!!

Kuenya enak hahahahaa
________________
*Back home*

Salam, masuk rumah dan........ another surprises has been waiting for me. Sekotak fruit cake dan sebuah (entah apa) berbalut kertas kado terpajang manis di atas meja. Dari orang-yang katanya-nggak dikenal

"Ma, tadi Mbak Mega sama Mas Bacan ke sini?" tanya saya datar

"Iya, kok tahu?"

*ketawa*

*ketawa lagi*

*masih ketawa*

Su-dah-ku-du-ga !

Langsung lah saya whatsapp Mbak Mega-- salah satu sahabat yang sudah seperti keluarga sendiri meski baru hampir dua tahun kenal

Dan tidak lama dia pun menelepon saya sambil tertawa

"Dasaaaar kalian. Kenapa nggak nungguin sih aku pulang? Katanya besok baru mau main? Bla bla blaaa...."

Mbak Mega hanya tertawa dan kesal karena ternyata mudah sekali bagi saya menebak siapa yang datang dan membawa seserahan itu haha jazakumullah khair katsiiiiir

--Speechless--

Di tengah kesibukan mereka, mereka masih bisa meluangkan waktu untuk sekadar hadir dan melengkungkan senyum di bibir saya. Padahal saya mah apa atuh, masih suka bikin mereka kesel hahahaa

Sudah ah, saya speechless. Iya, beneran speechless *tapi ngetik terus* :"))))

Masya Allah... Rezeki saya yang sebenarnya bukan kue, hadiah dan apa-apa yang mereka berikan. Nyatanya, rezeki saya yang sebenarnya adalah mereka itu sendiri-- sahabat-sahabat saya :) semoga Allah menggantikan dengan yang jauh lebih baik yaaaaa!!


#throwback


Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar