Let's Get Lost! (Edisi Slawi, Tegal)

Katanya, buat para single, di kala hidup terasa sumpek dan kepala mumet, kita tuh sebenarnya bukan butuh refreshing, tapi pasangan! #jengjengggg


Kali ini sebetulnya mau sedikit curcol tentang "short escape" saya selama dua hari ke Slawi, Tegal. Mengunjungi salah seorang sahabat sekaligus menyegarkan otak lah ya, after 5/7 days working : ))

Mengambil kereta malam, hari itu selepas ngantor saya langsung menuju Stasiun Pasar Senen-- setelah mampir sebentar ke rumah teman di daerah Matraman yang baru melahirkan, efisiensi waktu karena nggak mau terlalu lama nunggu di stasiun (cukuplah saya terlalu lama nungguin jodoh dateng, nggak perlu kereta pun. Ish!) 

**uwuwuuu nengok dedek emeshhhh!**

Menumpang kereta api ekonomi Tawang Jaya, saya pun harus bersiap menikmati tidur malam sekitar 4 jam 22 menit dengan posisi duduk tegap agak miring-miring sedikit, gimana enaknya aja lah. Meski sesekali terbangun karena kepala kejedot kaca kereta atau hidung ini mencium aroma-aroma enak-- bekal yang dibawa penumpang lainnya haha

Mendekati jam-jam nya kereta sampai di stasiun tujuan, Stasiun Tegal, saya sudah mulai terjaga. Repot juga kalau kelewatan kan, ini anak sok tahu bisa macam anak ayam kehilangan induk karena nggak tahu daerah sana :'D

Hari Pertama, 
Sabtu, 06 Agustus 2016
pk 04.00
Kereta saya pun tiba di Tegal, terlambat beberapa menit dari jadwal but its okay lah. Yang mau jemput pun baru saya minta tolong datang ba'da Shubuh. Duduk duduk dan wisata stasiun beberapa menit, cukup membuat saya dikira anak hilang-- beberapa petugas stasiun menanyakan apa yang sekiranya mereka bisa bantu, asal saya, saya mau ke mana, mau apa bla bla bla :))

Selepas salat Shubuh mata saya terasa berat. Ngantuk kali lah adek bang haha telepon-telepon Mbak Indah (si tuan rumah) yang mau jemput tapi tak ada jawaban, jadi ya sudahlah mari nikmati pemandangan matahari terbit dari kursi tunggu stasiun sambil ditemani kicau burung Kota Tegal! <3

Sekitar pukul 05.30 Mbak Indah mengabari kalau doi sudah dalam perjalanan menjemput saya, jadi saya putuskan untuk keluar stasiun untuk menunggu sambil melihat-lihat keadaan kota dengan sejuta warteg-nya di Jakarta sini hoho

Tak lama berselang, sekitar 30 menit, Mbak Indah terlihat melambai-lambaikan tangan dari arah luar pagar stasiun. Duh, ini berasa jadi turis dari tempat yang jaraknya ribuan kilometer banget deh sambutannya. Kurang spanduk " Welcome to Tegal City, Eva!" aja sih hahahaaa

Sambil berjalan menghampiri Mbak Indah, terbersit hati saya berkata "wihhh si epa udah nyampe Tegal. paten juga nih anak" haha.. Cipika cipiki dan sambil ketawa-ketawa agak awkward sekaligus seneng karena akhirnya saya sampai Tegal juga! Dan bukan lagi sekadar wacana! haha

Memesan semangkuk bubur ayam dan beberapa tusuk sate ditambah dua gelas teh hangat kami pun bernostalgia sedikit. Meski kami belum lama juga bertemu sebelumnya, di Jakarta, namun rasanya sudah menjadi "ritual wajib" jika kita berkunjung ke kampung halaman seseorang, kan?

Sayangnya saat itu Mbak Indah sedang flu berat. Jadi, agenda berkeliling kota Tegal di hari pertama rasanya harus saya ikhlaskan. Berganti dengan mampir sebentar di salah satu kedai mekdi Tegal untuk menjemput kedua adik Mbak Indah yang baru pulang dari Surabaya, mampir ke salah satu SMP Muhammadiyah Tegal untuk bertemu dengan bapak kepala sekolah (ini saya jadi ajudannya Mbak Indah aja sih haha) daaaan yang paling spesial adalah menunjungi resto milik keluarga Mbak Indah-- Bumbu Bakar Resto, yang selama ini menu-menunya hanya menghiasi halaman fesbuk saya dan bikin saya elap elap iler saking menggodanya. Yuhu! :))

makan siang hari pertama dengan menu ikan bakar, tumis baby kailan, ayam bakar, jamur krispi dan lalap+sambel khas Bumbu Bakar Resto :9
Hari pertama aja jamuannya udah luar biasa bikin betah ya :") tidak lama setelah makan siang kami ngobrol-ngobrol dan akhirnya memutuskan untuk masing-masing istirahat-- Mbak Indah karena flu beratnya, saya karena ya emang aja hobinya tidur haha **mau kemana-mana sendiri ya belum ngerti, belum pernah "jajah" kota ini sebelumnya hiks

Menjelang malam, Mbak Indah kembali mengajak saya untuk mampir ke Bumba-- Bumbu Bakar, red. Makan malam di Bumba? Siapa yang bisa nolak coba? wehehee

Lepas Maghrib Mbak Indah meminta saya bersiap-- Oh soal ini tak perlu diingatkan berulang-ulang. Hitungan detikpun bisa sudah siap gandeng *halah*.. Mengelilingi kota Tegal di Malam Minggu, melihat sisi indah dari kota yang masih begitu terasa khas dengan "pernak pernik"nya, belum terlalu ramai kendaraan layaknya Ibukota. Syahdu lah :)

Mampir sebentar ke toko obat, kemudian dalam hitungan menit saya sudah siap di salah satu meja di lantai dua Bumba Resto. Disuguhi sebuah buku menu yang membuat saya bingung mau pesan apa-- karena enak semua :")

Dan, inilah yang kami-- saya dibantu Mbak Indah pesan malam itu

Nasi bakar jamur, cumi saos padang, ikan patin super besar saos tiram, sambal dabu-dabu khas Manado dan segelas rosella hangat siap memanjakan lidah kami-- yang paling temanjakan sih saya pastinya hahaa bye bye timbangan, saya mau makan enak pokoknya! :"D

Kenyang banget bangeeeet! Duh, kalau Bumba ada di Jakarta saya mampir terus kali ya. Sudahlah masakannya sedeeeeup, endeeeeus, macem makan di resto bintang 5 dengan harga super duper terjangkau gini. Duh duh mana bisa tahan :")

Lalu apa yang bikin paling enak? Yang paling enak adalaaaah... Mbak Indah tidak mengizinkan saya membayar sepeserpun untuk semua yang saya lahap. Hihi.. AKU DITRAKTIR, gaesss! Huhu baik bener sih Mbak :")

Balik ke rumah Mbak Indah dalam keadaan jiwa raga happy, kami memilih untuk santai di ruang Tv, menonton tayangan yang cukup menghibur dan happening saat itu; StandUp Comedy hingga tak terasa waktu bergulir semakin larut dan kami pun mengantuk dan tahu-tahu sudah pagi lagi! haha

Hari Kedua,
Minggu, 07 Agustus 2016
Alhamdulillah Mbak Indah getting better pagi itu. Jadi, pagi-pagi sekali Mbak Indah mengajak saya bersiap untuk naik ke Guci (wisata air panas). Menempuh waktu kurang lebih 45 menit dengan mobil, tersaji tatanan hijau pepohonan tertata rapi sepanjang menuju lokasi membuat mata hingga hati terasa sejuk. Mbak Indah yang nyetir pun terlihat strong kali laaah. Asik, main air! 

Cukup dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 30.000 di hari biasa dan Rp 35.000 di hari libur, kita sudah bisa menikmati berendam di kolam air panas yang dilengkapi dengan beberapa wahana, seperti; perosotan, titian tambang, flying fox (pendek sih, tapi asik), keran air yang terus menyala dan bisa dimanfaatkan untuk pijat punggung, hingga yang menjadi primadona adalah ember besar yang setiap satu menit mengguyurkan air super banyak untuk yang persis ada di bawahnya

BYURR! Semua happy :D

Satu jam cukup rasanya bagi kami bermain-main air, dikarenakan kulit-kulit yang sudah mulai mengkerut dan saya harus bersiap pulang-- kereta terjadwal pk 14.30 WIB huhu

Sebelum masuk ke pemandian air panas, Mbak Indah sempat mengajak saya untuk berjalan naik sedikit, melihat-lihat dan membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang

happy banget sih si anak kota satu ini : )))
Duhh, maafkan muka belum mandi kami :")

Lalu, apa yang bisa dilakukan saat jam sudah menunjukkan pk 09.30? Oke, kami pun mengatur strategi haha mampir sebentar ke resto, lalu meluncur ke Pasar Trayeman. Kalian ada yang tahu nggak sih, pilus kampung khas Tegal yang enak itu? Wajib diborong tuh kalau plesir ke Tegal hehe dan salah satu tujuan kami ke pasar adalah yaaa untuk belanja berbagai jenis kerupuk untuk oleh-oleh :D

Mbak Indah pun mengajak saya makan siang di salah satu warung sate kambing muda di pasar itu. Katanya sih, sudah langganan sejak zaman dahulu kala. Namanya Sate Kambing Maryam. WAJIB DICOBA yaaaa!!! Recommended banget setelah Bumba pokoknya haha

Kambingnya nggak prengus, dibakar dengan kematangan yang pas dan disajikan selayaknya sate kambing, pakai kecap dan irisan cabai juga bawang merah. Duh duh enak banget, swear! Rasanya pengin berlama-lama sambil curhat ngalor ngidul, tapi apalah daya, waktu terus bergerak. Kalau mager bisa ketinggalan kereta, huh!

Beres semua bawaan, Mbak Indah dan Mas Adit (adiknya Mbak Indah) pun berbaik hati mengantarkan saya ke stasiun. Dengan sigap memilih jalur yang aman dan bebas macet supaya saya bisa sampai stasiun tepat waktu. Fyi, macet di sana tuh cuma selayaknya ramai yang hmm ramai biasa dan masih bisa bergerak ya. Bukan diam stuck sampai lomba lomba bunyiin klakson kayak di Jakarta sini haha

Teng! Kami pun sampai, masih ada sekitar 30 menit sebelum kereta saya berangkat. Cetak tiket dan dadah-dadahan, berasa mau dilepas jauh sama pasangan *halah, saya pun beranjak memunggungi Mbak Indah untuk masuk ke dalam stasiun dan mencari tempat duduk saya, sesuai yang tertulis di tiket

14.30, kereta pun berangkat. Perlahan namun pasti ia bergerak menjauhi Kota Tegal. Membawa saya pulang bersama kenangan dan bahagia yang terhimpun selama dua hari.. Duh, rasanya pengin ke sana lagi lain waktu. Belum coba main-main ke pantainya juga tempat-tempat wisata lain yang ada di sana

Terima kasih yaaa Mbak Indah dan keluarga. Berasa kayak pulang kampung! Haha terima kasih untuk jamuannya yang luar biasa tak terkira, makan enak di Bumba, jalan-jalannya, uhh semuanya deh! 

Terima kasih Kota Tegal. Lain waktu saya ke sana lagi, kamu harus tetap ramah yaaa :")




PS:
Selagi ada waktu, usahakan untuk traveling. Kemanapun kaki dan hati ingin. Karena bisa jadi, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang begitu rumit kita itu, ada di salah satu tempat indah yang kita kunjungi :)




Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar