Maaf, Sumbu Saya PENDEK!

Jadi perempuan itu harus lembut, anggun dan santun... Tapi, gimana kalau ada perempuan yang sifatnya kebalikan dari itu semua?

Well, udah 2017 nih? Masuk hari ketigabelas pulak! Nggak terasa yaaa hmm *cek KTP*


Nah! Sebagai "pembuka" tahun ini, gue pengin nulis yang agak berbau curcol boleh kan? *padahal hampir semua tulisan di blog ini ya curhatan gue haha

Sebenarnya gue pernah ngebahas soal yang mau gue omongin sekarang ini sih di salah satu grup WhatsApp, sesi sharing gitu. Jadi semua member grup dikasih kesempatan untuk sharing mengenai perjalanan hidupnya dan menebalkan atau menggarisbawahi "apa sih yang jadi titik balik hidup lo?" 

Nah, pas giliran gue sampai, gue masukin deh salah satu kisah *halah* gue tentang gimana gue maintenance kesabaran yang notabene sebagai salah seorang yang teridentifikasi ber-Mesin Kecerdasan Insting (well, gue pernah bahas soal mesin kecerdasan ini di blog awal-awal, silakan disimak :P) go check>> http://goresanberdetak.blogspot.co.id/2013/10/mesin-kecerdasan-dan-pola-hubungannya.html 

Yang namanya SABAR itu bisa jadi ujian terbesar kami. Even nggak bisa dipukul rata sih, tapi buat kami yang memang terlahir sebagai manusia yang gampang panas a.k.a sumbu pendek, yaaa cukup bikin elus-elus dada lah. Nggak jarang sifat temperamental gue ini jadi biang masalah dari masalah-masalah yang timbul. Entah sama keluarga, teman atau bahkan diri sendiri. Sudahlah temperamen, spontan pula! Hampir nggak kehitung siapa aja yang pernah "bersinggungan" sama gue akibat sumbu pendek gue itu. Hiksss

Tapi yang lalu biarlah berlalu.. Buat apa kan disesali kalau nggak ada usaha memperbaiki? *hazek* 

Awalnya gue nih bertanya-tanya "gue nih kenapa sih? kok gampang banget marah?" dan alhamdulillah, pertanyaan membingungkan itu terjawab di usia gue ke-23. Lumayan lama ya? Yaa selama itu juga gue menahan kegalauan diri gue dan cari cara buat ngatasinnya.

Setelah gue ngerti sifat asli gue yang memang bawaan orok, Bismillah deh tu gue mulai coba urai satu per satu kelemahan-kelemahan gue. Dan ya! Si temperamental inilah kelemahan NOMOR SATU gue. Mungkin orang-orang yang kenal gue cukup lama khatam banget sama kejelakan gue yang satu itu. Sebagian sepertinya terpaksa memaklumi dan memahami, sebagian lainnya lebih memilih mundur perlahan lalu meninggalkan :( (that's why kalau lo ngerasa lo salah seorang yang gampang marah mending cepet-cepet tobat dan sembuhin deh karena efeknya bisa serem juga lho)



Gue pun mulai flashback..... Tried to find out the reasons


Hal apa sih yang biasanya bikin gue emosi?
- hal yang biasanya bikin gue emosi biasanya hal-hal yang sifatnya sensitif atau menyinggung tentang kelemahan diri gue. Pada akhirnya kemarahan gue itu muncul sebagai bentuk denial, perlindungan diri atau self defense. Semacam orang yang lagi merasa terancam gitu lah

Kondisi gue yang lagi gimana kah yang bikin gue gampang banget tersulut?
- Kondisi gue yang lagi gak mood, sedih atau PMS (kaum lelaki yang mungkin nganggep ini lebay harus tau gimana rasanya PMS haha), sebagian mungkin ya sama bakal gampang kesel kalau lagi di kondisi begini dan adaaaaa aja yang mancing-mancing. Tapi sikap yang ditunjukin pasti beda. Ada yang pro-aktif dan ada yang reaktif. Unfortunately, gue salah satu yang reaktif itu :(

apa sih yang secara spontan gue lakuin kalau lagi "kumat"?
- kalau spontanitas kesel biasanya gue bisa meledak aja gitu, duarrr! Kayak kompor mleduk. Ngomong nggak karuan, cenderung nyakitin. Atau kalau lagi di rumah, biasanya gue langsung masuk kamar, kunci pintu dan ngelempar apa aja yang ada di kamar gue. Selama nggak bikin barang-barangnya rusak hahaaa

------
Nah habis itu, gue coba buat mengalihkan itu semua. Kemarahan-kemarahan spontan gue. Apalagi dari berbagai sumber yang gue dapet, marah itu sikap negatif yang bisa bawa banyak banget efek jelek. Selain bisa menyakiti orang lain, merusak silaturahim, marah juga bisa menimbulkan penyakit di diri kita sendiri. Nyereminnya nih, kalau kemarahan itu dirasa atau dipendam dalam waktu lama, bisa jadi kanker atau apalah yang membahayakan organ dalam tubuh kita

Biasanya kalau orang marah, kita cenderung meluapkan energi itu hanya untuk "melegakan" yang ada di dalam dirinya kan? Kalau udah capek ya sudah, selesai. Yang penting hati plong gitu lah. Maka, yang perlu kita pahami adalah; apa sih yang bisa kita lakukan sebagai "bentuk" pelampiasan saat marah

Saran gue (dan yang biasanya gue lakuin) ketika lagi marah atau tiba-tiba ada yang bikin emosi, kasih waktu otak buat kerja, mikir beberapa saat. Nomor duakan peran hati. Karena kadang kita nih nggak bisa bedain, mana yang beneran emosi (dalam hal ini perasaan marah) dan mana yang cuma ilusi? Lha, memangnya beda? Ya jelas beda. Emosi itu reaksi wajar diri saat mendapatkan sesuatu. Yang tadi itu; bahagia, sedih atau marah. Sedangkan ilusi itu reaksi yang dibesar-besarkan. Melebayatunkan sesuatu. Ndak sesuai kadarnya

Setelah itu, istighfar atau tenangin diri dulu. Cari sebabnya dan usahaiiiiin banget tetap tenang sambil tetap cari sebabnya. Ini kuncinya gaes; TENANG. Kalau memang perlu marah, ya marah lah sewajarnya. Sesuai tingkat sebab kemarahan. Habis itu ya sudah, lupakan. Atau kalau memungkinkan, langsung cari posisi yang lebih nyaman. Misalnya lagi berdiri, ya duduk aja dulu sebentar. Ambil minum atau buat kita yang beragama Islam sih baiknya cepet-cepet ambil wudhu, biar adem. Soalnya kalau marah tu artinya kita lagi dikipasin macem sate ayam sama si syaithon-nirrajiim. Hiiii

Gue pribadi kalau lagi kesel pake banget (istighfar gak mempan dan nggak memungkinkan untuk sholat) gue biasanya langsung cari keringet! Haha.. Gue nyapu, ngepel, beresin kamar, workout atau apapun itu sampe keringetan parah. Karena apa? Karena kalau sudah capek kita jadi males ngapa-ngapain, marah juga males. Penginnya cuma istirahat. Ada yang begini juga kah? Haha marah yang berdampak positif ya? Karena marah, kesel, rumah malah bersih. Kamar jadi rapi hahaha dan ternyata dalam ilmu psikologi juga ada namanya lho, orang yang melampiaskan emosi negatif dengan aktivitas fisik kayak yang gue biasa lakuin (gue lupa istilahnya apa) :D

Menurut gue sih marah itu wajar. Tapi tergantung sebabnya. Kalau dikit-dikit nesu alias marah sih itu namanya pemarah. Udah jadi sifat, nempel. Orang yang kayak gini yang biasanya kita sebelin kan? Nah, sama juga kalau sifat itu ada di diri kita. Orang lain pasti bakal merasa dan melakukan hal yang sama; mending gue jauhin deh. Dia mah emosian~



Allah memang menganugerahkan kita dengan berbagai macam bentuk emosi. Nggak cuma bahagia, tapi DIA juga meniupkan  sedih, marah, kecewa dll. Supaya apa? Ya supaya kita nggak kayak robot. Kebahagiaan untuk mengajarkan kita lebih bersyukur, marah untuk mengajarkan kita supaya lebih bersabar dan sedih atau kecewa untuk mengajarkan kita supaya kita jadi pribadi yang mudah memaafkan dan nggak menggantungkan sesuatu dengan sesama makhluk

Percayalah, kalian yang melihat gue sebagai sosok yang penyabar adalah kalian yang baru kenal gue. Karena dulunya gue nyebelin parah. Mungkin sekarang juga masih, tapi berkurang lah ya ehehe.. Gue aja kadang suka sebel sama diri gue sendiri kok! #lah #plak *big grin* dan semoga 2017 ini populasi orang-orang bersumbu pendek berkurang atau bahkan punah ya! Terutama yang tinggal di Jakarta (if you know what i truly means)



kendalikan emosi atau emosi yang akan mengendalikan kita :)





Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar