Random Thought #2

Jalan-jalan ketemu Pak Camat
Bawa golok sama pedang
Ini udah ke sekian Jumat
Kok Abang belum juga datang?


LOL 

Maafkan maafkan maafkan yaa gaeeees hahaha


Hmm ini gue doang atau kalian pun ngerasa kalau hari tuh cepet banget nggak sih berlalu? Baru kemarin rasanya hari Jumat. Sekarang udah Jumat lagi #dheg

Sebenarnya gue punya beberapa bahan buat ditulis, tapi... Nah kan pake tapi lagi haha tapi gue belum bener-bener nyiapin materinya. Jadiiii, gue mau nulis tentang random thought aja *disorakin *bodoamat *lanjut nulis. haha

Beberapa bulan lalu kan gue habis "make over" tampilan blog gue tuh, nah gue juga bilang kalau gue mau coba buat istiqomah dan makin semangat nulisnya. Jadi merasa berdosa gitu deh karena malah masih nganggurin blog ini *tears*

Well, mungkin beberapa dari kalian yang rajin mampir ke blog gue (halah GR), ngeh ya kalau ada perbedaan soal penyebutan kata "saya / aku" yang sejak blog ini hadir ke dunia gue pakai, tapi recently gue ganti dengan "gue". Ngeh gak? Nggak ya? Ya udah haha.. Bukan apa-apa sih. Sejauh yang gue amatin, kayaknya pembaca gue kebanyakan kayaknya seumuran gitu deh, jadi ya biar berasa akrab aja. Talk as a friend. A Friend to her best friend. Dan gue pun merasa lebih nyaman aja sih. So, don't take it as a problem, K?

Lanjut.. 

Dua atau berapa hari lalu gitu salah satu teman dunia maya dan nyata gue bikin status yang kira-kira isinya dia baru aja unfriend dan ngeblock salah satu followernya di Facebook dan Instagram. Alasannya sih nggak nyaman baca postingan-postingan doi yang kayaknya terlalu pedas or something like that lah. 

Buat gue yang semacam itu wajar sih. Gue pun tipe orang yang "just following someone / something I like". Tapi buat sebagian orang yang belum biasa dengan hal yang semacam itu, mereka bisa aja menganggap kita "ngajak perang"

Oh, come on.. *sigh*

Gue pribadi lebih memikirkan bagaimana gue menjaga hati gue dari hal-hal yang mungkin bisa bikin gue dongkol atau extremely iri. Ya kan? Misal, orang yang memang kita kenal, secara personal kita fine fine aja. Kalau hanya sekadar ngobrol-ngobrol ringan atau say hi. Tapi, dia hobi posting hal-hal yang sifatnya pamer, norak, vulgar atau curcol mulu di sosial media. Facebook udah dianggapnya buku diary sama dia. Nah itu gue nggak suka. Jadi daripada setiap kali dia posting gue malah ngedumel, buat apa tho?  

Its just gonna ruin my mood. hehe 

Gue nya dosa karena jadi sebel sama orang itu, orang itu pun mungkin bisa keikut dosa juga karena menyebabkan kitanya begitu. 

Our social media is under our full control. Bukan sebaliknya.

Nggak jarang juga tho, kerenggangan hubungan atau malah tindak kejahatan yang bermula dari salah paham di dunia maya? Karena dunia maya itu lebih kejam dari Ibukota, coy! Haha. Terkadang apa yang kita tulis, self note untuk diri sendiri malah bikin keki atau baper orang lain (ini gue juga jadi muhasabah nih hehe) dan parahnya, bermula dari sosial media seseorang bisa diculik, ditipu atau paling kejamnya sampai ada yang dibunuh lho. Ngeri kan :"

Itu pula alasan gue memilih menutup akun Facebook lama gue dan made a new one. Bukan sombong, tapi lebih untuk menjaga aja. Memastikan kalau gue "berteman" dengan orang-orang yang memang cukup gue kenal, gue merasa dapat pelajaran dari postingan-postingannya, gue suka profilenya atau kadang by request; "Va, confirm dong" wkwk yang begini bikin nggak enak hati jadi ya confirm aja lah wkwkwk 

Selebihnya, no hard feeling. Gue mungkin memang merasa cukup berteman di dunia nyata aja, sebagai teman nongkrong atau minum teh. Atau, di grup whatsapp/telegram yang samaSemoga bisa dipahami hehe

Karena, jangankan orang yang kita kenal. Yang nggak kita kenal sama sekali aja tuh bisa bikin gengges dengan komen-komennya di sosmed kita. Dan mereka merasa udah kenal banget, even they never met us before. Sosmed semacam dunia tanpa batas yang orang bebas ngelakuin apa aja, ke siapa aja. Dan gue, memilih supaya orang lain nggak melakukan itu ke gue. Just as simple as that :)

First time bisa jadi kita bingung; kok dia unfoll gue? Kok dia unfriend gue? Dan kok kok lainnya.

Kalau ada teman gue yang begini, gue coba berpikir aja (usahainnya sih yang baik-baik) atau gue tabayyun-in dan kemudian gue terima kok. Terus ya biasa aja. Nggak jadi malah pas ketemu macem orang punya dendam kesumat :D 

Belajar untuk nggak gampang baper, nggak gampang ambil hati. Walau kadang PR banget, tapi usahain aja lah haha tapi gue yakin sih, kita pasti tau betul diri kita masing-masing seperti apa. Treatment lah sesuai dengan apa yang memang betul-betul dimau. 

Gue bukan orang yang ansos. Gue seneng ngebaur kok! Gue seneng ikut-ikut kegiatan sosial kok! Tapi di diri gue yang sama ini, gue pun orang yang "punya dunia sendiri". Sometimes gue pengin cukup gue aja yang tau, gue aja yang ngerasa, gue aja yang ambil keputusan.

Jadi, dengan gue yang mau "membatasi orang lain" dan "membebaskan diri gue", gue memilih begini. Seperti ini. Itu aja :)






Note:
*tulisan ini memang gue tulis di hari Jumat, tapi selesainya baru hari Sabtu ini. Jadi maaplah kalau ada yang roaming sama openingnya :D thank you for reading anyway! :)

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 komentar:

  1. Gw nungguin pak camat nya, sampai tulisan nya habis gak muncul2 ...

    BalasHapus