#TemanMainKirana

Dari judulnya saja, mungkin sudah bisa ditebak ya kalau kali ini gue pengin nulis tentang seorang anak balita menggemaskan, cantik, pintar dan berhati lembut bernama Kirana. Lewat akun Instagram sang Ibu @retnohening, hampir 1 juta follower sepertinya setuju kalau Kirana cukup mampu menjadi #moodbooster bagi kita semua.

Gue pribadi awalnya hanya penasaran karena setiap kali membuka tab "search" di IG, hampir selalu ada Ibuk (panggilan sayang Kirana dan kita semua untuk Mbak Retno hihi) "anak Korea siapa sih ini banyak banget followernya?", batin gue.

Tapi ternyata setelah gue scroll scroll (membuka IG Ibuk seperti ada sensasi ketagihan tersendiri, anyway haha!), baru lah gue tahu kalau Kirana si #Spesial ini terkena penyakit eczema. Dan Ibuk pun awalnya membuat akun IG hanya sekadar untuk membagikan kabar kepada keluarganya di Indonesia (Ibuk tinggal di Muscat, Oman, Ikut Ayah yang bekerja di sana)

Entah hanya mengobrol dengan Ibuk, ballet a la ballerina profesional, jalan-jalan atau bernyanyi, Kirana selalu tampak luar biasa. Ditambah suara Ibuk yang begitu lembut dan sangat keIbuan di balik layar HP saat merekam aktivitas-aktivitas Kirana tersebut.

Bulan April lalu, Ibuk, di tengah kesibukannya merawat Kirana, berhasil melahirkan sebuah buku yang diberi judulu "Happy Little Soul", yang tidak lama setelah launching menjadi salah satu buku best seller di Gramedia, dan mungkin toko buku lainnya. Buku ini seperti menjadi "jawaban" atas banyaknya pertanyaan kita semua tentang bagaimana Ibuk mendidik Kirana. Sehingga tumbuh seorang anak perempuan dengan rambut yang selalu dipangkas layaknya anak laki-laki itu menjadi "gadis" yang penuh kebahagiaan dan mampu membahagiakan orang-orang di sekitarnya, mbikin kita rasanya jadi sayang sama Kirana.



Sudah tahu kan, euphoria nya waktu Kirana pulang ke Indonesia? Kirana disambut begitu luar biasa dan orang-orang ingin sekali bertemu, menggendong bahkan menciumi pipi bakpaonya hihi kalau gue sih pengin uwel-uwel saking gemesnya!

Kiranaaaa! Our baby cat!




Dan Alhamdulillah, di saat lagi kepo keponya, seorang teman meminjamkan gue kitab #TemanMainKirana ini. Yang dari prolognya saja sudah sangat terasa kalau buku Happy Little Soul ditulis Ibuk dengan penuh ketulusan.

Ibuk menceritakan bagaimana Kirana menjadi anak yang teramat sangat diharapkan kehadirannya (setelah sebelumnya Ibuk mengalami keguguran di kehamilan pertamanya), kalutnya menerima kenyataan bahwa Kirana terlahir dalam kondisi spesial (dengan eczema nya, yang ternyata bawaan dari sang Ibu), menghadapi hari-hari yang cukup berat dalam mengurus Kirana-- belum lagi omongan dari sana sini yang mengucilkan Ibuk akan kondisi Kirana, menjadi Ibuk yang selalu ada bahkan menjadi "dunia" bagi seorang Kirana hingga tips apa saja yang biasa Ibuk lakukan saat sedang bermain bersama Kirana.

Well, Ibuk memang dulunya pernah mengajar di salah satu TK di kota Yogyakarta. Sehingga kalau kita sudah jadi follower setia Ibuk, pasti selalu dibuat kagum tentang bagaimana Ibuk yang begitu kreatif dan cerdas saat sedang bermain dan menemani Kirana "belajar". 

Di usianya yang baru akan memasukin usia 4 tahun bulan Desember mendatang, Kirana termasuk anak yang terbilang mengagumkan. Cerdas luar biasa! Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, Kirana lebih memilih buku sebagai "mainan" favoritnya, di samping si #Minnie, masak-masakan dan rok ballerina nya haha bukan tanpa alasan, melainkan karena Ibuk sudah membiasakan Kirana dekat dengan buku sejak ia hmmm mungkin dalam kandungan-- Ibuk suka sekali mengajak Kirana ngobrol dan bercerita sejak Kirana masih jadi utun :"D

Selalu ikhlas, sabar dan tidak pernah mengeluh menjadi kunci rahasia Ibuk dalam membesarkan Kirana. Meski diakuinya ia capek bahkan sempat berada di titik stress. Tapi mau bagaimana lagi? Momen menjadi Ibu dirasa begitu spesial baginya. Belum tentu Kirana betah berlama-lama main sama Ibuk nanti kalau sudah besar, belum tentu Kirana mau digendong-gendong lagi nanti kalau sudah asyik berlari, bermain bersama teman-temannya. Itulah yang menjadi salah satu alasan Ibuk tetap happy. Karena menurutnya, Ibu yang happy adalah kunci keluarga yang happy :")

Gue pun banyak belajar dari Ibuk pada akhirnya. Yang ternyata, dalam mengurus anak kita nggak boleh main main. Wong dalam agama saja seorang anak bisa jadi Surga/Neraka nya orang tua lho. Begitulah pentingnya menjaga, membesarkan dan mendidik anak. Bukan hanya sekadar "udahlah terserah anaknya mau gimana"

Jujur, gue suka sedih kalau ngeliat orang tua yang kayaknya kok cuek sama tumbuh kembang anaknya. Lebih seneng kalau anaknya bisa sibuk mengakses gadget orang tuanya atau bahkan sengaja dibelikan untuk sang anak, ketimbang bermain bersama anak-anaknya dan mengukir kenangan-kenangan indah masa kecil sang anak. Gue pribadi yang terlahir sebagai anak bontot di keluarga gue merasa cukup bersyukur karena Ibu gue termasuk Ibu yang telaten.

Gue masih bisa ingat dengan jelas bagaimana Ibu gue nganter gue sekolah, bantu ngerjain PR, menjawab setiap pertanyaan gue-- katanya sih gue termasuk anak yang kadar bawelnya udah melebihi batas haha sampai dalam setengah sadar gue tahu, Ibu mencuri-curi kesempatan memandangi wajah gue waktu gue tidur. I love you to the moon and back, Mama! :")

Dan peranan seorang Ibu nggak akan pernah lengkap tanpa dampingan seorang Ayah yang ikut ambil peran di dalamnya. Mungkin masih banyak yang berpendapat bahwa Ayah cukup bekerja, mencari uang dari pagi hingga petang. Dan cukuplah Ibu yang mengurus anak.

Pak, itu anakmu lho. Asset akhiratmu. Masa Bapak mau sih nanti pas di akhirat, saat penimbangan amal, anak hanya mampu memberatkan timbangan amal ibunya-- karena dulu di dunia sang Ayah teramat sering alpa

Dalam buku Happy Little Soul, Ibuk juga menyinggung tentang pentingnya peran Ayah. Bahwa seorang Ayah harus senantiasa terlibat. Setidaknya bisa diandalkan saat Ibu sedang repot mengurus pekerjaan rumah atau bahkan sakit. Orang tua perlu menjadi tim. Tidak bisa sendiri sendiri. Karena itulah "perannya".

Oh iya, Ibuk juga mengajarkan pentingnya percaya diri Kirana sejak dini lho. Apapun itu, kebersyukuran harus sudah tertanam di diri seorang anak. Pokoknya, "I like myself!" begitu kata Kirana dengan penuh kebahagiaan, saat mungkin orang-orang di sekitarnya hanya mampu melihat "kekurangan" dirinya :")

Buat gue pribadi, mungkin gambaran tentang pernikahan masih begitu klise. Masih hanya sekadar khayalan tentang bagaimana membangun rumah tangga yang ideal. Yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Yang menenteramkan saat berdekatan dan saling merindu saat jauh. Yang tiada lain bahwa tujuannya adalah Jannah, Jannah dan Jannah. 

Teruntuk Mama, Ibuk dan Orang tua orang tua luar biasa di luar sana, kepada kalian lah masa depan anak-anak dipikulkan. Ku doakan semoga senantiasa sehat dan berbahagia. Sehingga lahir dan tumbuh anak-anak yang bahagia. Lebih banyak lagi :) 

Dan melihat banyaknya kasus pem-bully-an yang terjadi saat ini, bukan tidak mungkin bahwa ternyata bisa menjadi indikasi bahwa masih banyaknya orang tua yang belum memanfaatkan dan memaksimalkan peranannya. Terutama dalam membangun karakter seorang anak (insyaAllah nanti gue mau ngobrolin soal poin ini di sesi tulisan lainnya ya)


Salam sayang dari saya, yang insyaAllah Allah mampukan pula untuk menjadi orang tua yang luar biasa nantinya :") 



Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar