Menikmati Masa

Gue mendapati notif di salah satu sosial media gue dalam postingan terakhir yang gue unggah-- status tentang perjalanan Jakarta - Jogjakarta dalam sebuah rangkaian kereta ekonomi malam yang cukup menjadi favorit kala itu. Dan hmm mungkin sampai detik ini : ))

"Enak ya Va, bisa bebas jalan-jalan terus..."

Well, mungkin sudah banyak yang tau ya kalau tahun 2014 lalu gue sempat jadi perantau di negeri seribu bakpia itu 

Singkat cerita, kami akhirnya saling berbalas komentar. Dia, sebut saja flower mengungkapkan betapa "enaknya" jadi gue yang menurut dia bisa bebas jalan-jalan ke mana aja, sendirian. Ya, statusnya saat itu memang sudah menikah. Di antara teman-teman satu putih-biru gue, dia memang salah satu yang lebih dulu laku.

Dia kelihatan cukup iri, karena menurutnya, gue yang saat itu hingga saat ini (duh haha) masih single ini bebas ke sana ke mari tanpa harus mikirin suami atau anak. Kalaupun mau pergi ya mereka sudah jadi satu paket yang tidak bisa ditinggal.

Padahal, di sisi lain, saat itu bahkan juga hingga saat ini gue mengidamkan ada di posisi nya. Sudah menikah.

Begitulah....

Terkadang kita begitu mengidamkan hidup yang orang lain miliki. Tanpa sadar, mungkin saja di luar sana ada orang-orang yang taunya mengidamkan bisa jadi diri kita. Hidup seperti apa yang kita jalani.

Kita lupa untuk menikmati masa. Kita lupa bahwa setiap detik yang masih Allah hadiahkan untuk kita ada pahit dan juga manis yang seharusnya kita cicipi dengan penuh syukur. Semua ada waktunya. Dan poros waktu dari masing-masing kita tentulah tidak sama. Namun tetap, pasti sudah diatur dengan sebaik-baiknya sama Allah.

Kita juga mungkin terkadang lupa, pada setiap garis edar yang kita putuskan ngelakuin untuk ini-itu. Untuk begini-begitu juga punya risikonya masing-masing. Karena itu yang harus kita ingat adalah; semua itu adalah keputusan kita sendiri.

Di saat flower menganggap jalan-jalan, plesir ke luar kota sendirian adalah hal yang terlihat nikmat baginya, di saat itu gue malah ngebayangin gimana serunya bisa bepergian bersama pasangan. What a life! :)

Tapi dari situ gue belajar untuk lebih bersyukur. Alhamdulillah.. 

Gue jadi sadar. Gue ini keseringan ngayal hal-hal yang belum bisa gue nikmati tapi gue lupa kehidupan yang gue lagi jalani di detik itu. Gue jadi hamba yang egois. Yang menyalahi "tugas" gue. Untuk ibadah, perbanyak syukur. Padahal insyaAllah, apa yang akan kita dapati nanti adalah tersebab karena apa yang kita jalani dengan penuh syukur hari ini :)

Berhentilah mengkhawatirkan masa depan. Syukurilah hari ini dan hiduplah dengan sebaik-baiknya - Mario Teguh



*catatan pribadi untuk diri yang sering kebablasan kalau ngayal dan lupa dengan yang sedang dipijak






Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar