Hadiah Untukmu



Suatu hari, saat usiamu bertambah di dunia, namun berkurang dalam hitungan masa-Nya. 

Ku tanya, “mau hadiah apa?”

“Tak perlu.” Jawabmu

“Kalau kue, bagaimana?”, tanyaku lagi, penasaran.

“Tidak juga.” jawabmu lagi, “aku tak ingin merayakan apa yang seharusnya memang tak perlu dirayakan. Berbahagia atas waktu yang semakin berkurang? Ah, itu hanya tradisi orang-orang sana. Tak ada tuntunannya dalam agama kita” Lanjutmu, semakin menegaskan.

Aku diam.

Iya, betul katamu.

“Lalu, bila aku ingin tetap bersyukur atas hari ini, bagaimana? Setidaknya, di tanggal ini, sebagai pengingat, bahwa beberapa tahun silam, Allah mempersilakan kamu untuk hadir di dunia, hingga akhirnya saat ini Dia memperkenankanku mengenalmu.” Aku bertanya lagi –namun kali ini di dalam hati saja. Takut-takut kamu sebal, karena aku tak mengerti juga.

Ku pandangi tatapan mu yang lurus tajam pada luasnya lautan yang membiru. Di sampingmu, aku menundukkan kepala, memejamkan mata. Lalu lamat-lamat, dalam hati, ku bacakan surah Al-Fatihah dengan khusyuk. Sebagai hadiah dariku. Untukmu.

Eva Saraswaty

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar